Thursday, July 21, 2011

How if Pak Presiden ngasih 1 Trilyun ?


1 TRILYUN….

Apa yang ada dipiran Anda ketika diberi uang sebanyak itu???
Dipikiran saya saat itu “EMAAAAK, 1 TRILYUN MAAAK …………………….” *pingsan*  lebay

Kalau saya dapet rejeki nomplok sebanyak itu, saya mau naik haji bareng keluarga besar, beliin rumah buat mama, papa, kakak, ama ade. Beli mobil limited edition. Beli pulau klo perlu. Terus bikin rumah sakit, biar klo keluarga besar ada yang sakit tinggal dateng kesitu GRATIS. Gak lupa dan gak ketinggalan beli pesawat pribadi biar kalau mau keluar kabupaten, kota, pulau, atau bahkan luar negri jadi santai. Terus beli SM Entertaiment biar bisa jadi pemiliknya SUPER JUNIOR (hahahaha). Terus beli beli dan beliii…. Hahahahahahahahaha ngayal ketinggian
 
Oppss,, back to topic.. 
"Andaikan Presiden memberi  tanggung jawab kepada saya untuk membenahi Sistem Informasi Nasional, dan negara menyediakan dana 1 Trilyun, apa yang akan saya lakukan??"
Ehhmm,, apa ya apa ya apa ya??
Yang pasti hal pertama yang bakal saya lakuin, mengganti menkominfo (lho?)
Memang saya gak terlalu tau gimana kinerja dia sesungguhnya. Tapi kenapa dirasa-rasa masih kurang maksimal ya penggunaan sistem informasi  di Negara ini? Jawabannya pasti karena.

Terus saya mau membuat server ditiap daerah dengan didampingi system jaringan yang baik dan mulus untuk menunjang data kependudukan secara rapi dan terkendali. Tak lupa membenahi security baik dari segi data maupun jaringan agar tidak gampang dibobol.

Tak lupa memberikan penataran untuk Sumber Daya Manusianya agar sistem yang sudah disediakan dapat dijalankan dengan baik. Akan lebih baik kalau sumber daya manusia itu membuat sistem menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Agar rahasia Negara tidak bocor ke tempat yang tidak seharusnya.

Dengan begitu sektor  yang akan diperbaiki meliputi:
  •   Kualitas dan kuantitas SDM
Dalam hal ini untuk kualitas, akan dipilih sumber daya manusia yang berkompeten. Sumber daya manusia yang dapat menguasai system informasi nasional secara keseluruhan, sehingga dengan ditangani oleh orang-orang yang berkompeten diharapkan system informasi nasional akan dapat berjalan secara maksimal. Dalam hal ini kualitas juga mempengaruhi kuantitas dari sumberdaya manusia tersebut. Mengapa demikian ?? karena dengan kita dapat memilih sumber daya manusia yang berkualitas maka kuantitas atau jumlah sumberdaya manusia yang kita butuhkan dapat kita ketahui. Sehingga kita dapat menerapkan the right man in the right place, sehingga kita tidak akan pernah melakukan pemborosan dalam hal sumber daya manusia. Secara tidak langsung seluruh sumber daya manusia yang ada akan dipergunakan secara optimal.

  •   Sistem jaringan
Untuk mendapatkan suatu system informasi nasional yang  baik, maka kita harus menyediakan koneksi jaringan dengan baik.  Jika setiap daerah sudah kualitas jaringan yang baik dan bagus, maka secara nasional pun akan mengikuti. Oleh karena itu untuk mencapai hal tersebut, hal yang pertama dilakukan adalah dengan memperbaiki koneksi jaringan tiap daerah.

  •   Infrastruktur gedung
Gedung merupakan bagian terpenting dalam pengoperasian system informasi nasional. Dengan memiliki gedung yang memadai sekaligus fasilitas-fasilitas terpenuhi akan dapat mempengaruhi kinerja sumber daya manusianya. Jika fasilitas gedung, computer dan segala sesuatu hal yang dapat menunjang pengoperasian system informasi nasional dapat terpenuhi, maka akan dapat dijamin pelaksanaan system informasi nasional akan berjalan maksimal. Selain itu, kita harus dapat bekerja sama dengan  perusahaan penyedia tenaga listrik, dalam hal ini adalah PLN. Dengan adanya kerja sama yang baik dengan pihak tersebut, diharapkan aliran listri yang diberikan tidak akan mengalami gangguan, sehingga tidak mengganggu juga aktivitas dari pengoperasian system informasi nasional. 

  •   Security
Sebuah security hukumnya mutlak digunakan dalam mengimplementasikan system informasi Negara. Agar menghindari cyber crime (HACKING, CRACKING, CARDING, PHISING, SPAMMING DAN DEFACING etc.). Paling tidak kita memasang Anti virus, Firewall, maupun VPN.

Yang paling penting dari semua angan-angan saya diatas adalah “SEMOGA 1 TRILYUN CUKUP UNTUK MENGIMPLEMENTASIKAN ITU SEMUA

Sunday, July 17, 2011

Sistem Informasi Nasional

Sistem informasi sekarang telah berkembang seiringnya perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Dan terbukti sangat berperan penting dalam perancangan pembangunan negara saat ini. Di era globalisasi seperti sekarang ini tidak dipungkiri adanya kebutuhan informasi yang tinggi. Keberadaan sistem informasi digunakan masyarakat untuk memantau dan mendukung setiap kinerja pemerintah dalam pembangunan ke arah negara yang lebih maju.

Keberadaan sistem informasi sendiri bisa membantu meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas pemerintah maupun dunia usaha, serta mendorong mewujudkan mayarakat yang maju dan sejahtera. Dan untuk pembangunan daerah sendiri bias berfungsi menunjang perencanaan pembangunan daerah yang lebih terpusat.

E-Government berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi (seperti: wide area network, internet, dan komunikasi bergerak) oleh lembaga pemerintah yang mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan hubungan Pemerintah dengan warganya, pelaku dunia usaha bisnis), dan lembaga pemerintah lainnya.

Teknologi ini dapat mempunyai tujuan yang beragam, antara lain: pemberian layanan pemerintahan yang lebih baik kepada warganya, peningkatan interaksi dengan dunia usaha dan industri, pemberdayaan masyarakat melalui akses informasi, atau manajemen pemerintahan yang lebih efisien. Hasil yang diharapkan dapat berupa pengurangan korupsi, peningkatan transparansi, peningkatan kenyamanan, pertambahan pendapatan dan/atau pengurangan biaya.

Tidak usah muluk-muluk, bagaimana seumpama ketika Anda memperbaharui Kartu Keluarga di kelurahan tetapi data yang tersimpan masih manual atau disimpan didalam map-map, bercampur dengan data orang lain. Pasti membutuhkan waktu lama dari mulai proses mencari dan menggganti atau mengetik ulang data yang dimiliki kelurahan. Akan lebih efisien jika mempergunakan sitem informasi. Semua informasi yang menyangkut nama, status, dan sebaginya itu bias diakses dengan mudah tanpa harus bersusah payah mencarinya dan menggantinya secara manual.

Contoh kemudahan lainnya, ketika seorang pengendara bermotor berplat B melanggar lalu lintas di daerah Semarang. Pihak kepolisian cukup memasukkan nopol motor tersebut ke database dan surat tilang langsung meluncur ke rumah pengendara motor tersebut di Jakarta.

Saturday, July 16, 2011

Kampanye Go Data .....

Kali ini saya mau membahas tentang pentingnya menjaga data terutama data yang sifatnya pribadi. Dari salah satu sumber yang saya baca, ada sebuah kampanye dimana kita diajak untuk peduli dan menjaga sebuah bahkan semua data yang kita punya agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Nama kampanyenya adalah kampanye Go Data.

Sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan data?

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online (http://kamusbahasaindonesia.org) , data adalah sebuah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisi atau kesimpulan). Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Nah, berarti data dapat berupa tulisan atau citra (photo, video, image, dsb).

Seperti yang saya sebutkan diatas, kampanye ini membuat kita harus lebih waspada dalam menyimpan sebuah data. Apalagi itu data yang sifatnya pribadi dan sangat rahasia. Tidak menutup kemungkinan, Anda seorang yang terpandang atau orang terkenal yang membuat masyarakat luas ingin mengetahui seluk beluk kehidupan Anda lebih dalam. Contohnya saja artis atau mungkin pejabat. Bisa juga gadis desa atau apa sajalah yang membuat Anda selalu menjadi sorotan publik. Ketika Anda sedang iseng foto dengan pose sedikit seksi atau mengumbar aurat atau sejenisnya, tanpa sengaja ada yang mengcopy-paste dan mengunduhnya di dunia maya. Padahal foto milik Anda itu sifatnya sangat-sangat rahasia dan sangat-sangat pribadi. Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui fotokoleksi pribadi Anda terpampang di dunia maya dan Anda menjadi pergunjingan orang-orang yang tidak Anda kenal? Rasa marah dan malu mungkin akan menghampiri Anda seketika.

Contoh yang paling melekat dihati dan otak masyarakat Indonesia ketika video tidak senonoh yang diperankan oleh Ariel cs. Seketika mereka yang sedang diatas puncak tiba-tiba harus merasakan pelik dan harus rela karir dan nama mereka tercemar hanya gara-gara dia kecolongan data pribadi yang seharusnya tidak menjadi bahan konsumsi publik.

Masyarakat di Indonesia kadang memiliki sifat narsisme yang berlebihan dibandingkan dengan masyarakat di Negara lain. Sampai-sampai nomor telpon atau bahkan nomor pakaian maupun celananya diumbar di dunia maya sebagai ajang untuk eksis. Hal tersebut mungkin akan mengganggu si user tersebut dengan ketidak adanya privatisasi lagi di kehidupan nyatanya.

So, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan. Ada baiknya “Sedia payung sebelum hujan”. Jadi jaga baik-baik data yang Anda miliki. Beri proyeksi yang lebih, agar tidak sembarangan orang bias mengambil atau mempergunakan data Anda dengan sembarangan.

Thursday, July 14, 2011

Testing ...

안녕하세요..

Karena ketidak tahuan saya dalam hal blog memblog, apa salahnya saya mencoba bercicit cuit sebelum kita masuk ke pambahasan yang lebih dalam. hehehehehehe

tengkyu,
trims,

구마워요^^
 
Copyright (c) 2010 Gina Tea' and Powered by Blogger.