"Andaikan Presiden memberi tanggung jawab kepada saya untuk membenahi Sistem Informasi Nasional, dan negara menyediakan dana 1 Trilyun, apa yang akan saya lakukan??"
- Kualitas dan kuantitas SDM
- Sistem jaringan
- Infrastruktur gedung
- Security
"Andaikan Presiden memberi tanggung jawab kepada saya untuk membenahi Sistem Informasi Nasional, dan negara menyediakan dana 1 Trilyun, apa yang akan saya lakukan??"
Sistem informasi sekarang telah berkembang seiringnya perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Dan terbukti sangat berperan penting dalam perancangan pembangunan negara saat ini. Di era globalisasi seperti sekarang ini tidak dipungkiri adanya kebutuhan informasi yang tinggi. Keberadaan sistem informasi digunakan masyarakat untuk memantau dan mendukung setiap kinerja pemerintah dalam pembangunan ke arah negara yang lebih maju.
Keberadaan sistem informasi sendiri bisa membantu meningkatkan efisiensi, efektivitas, produktivitas pemerintah maupun dunia usaha, serta mendorong mewujudkan mayarakat yang maju dan sejahtera. Dan untuk pembangunan daerah sendiri bias berfungsi menunjang perencanaan pembangunan daerah yang lebih terpusat.
E-Government berkaitan dengan penggunaan teknologi informasi (seperti: wide area network, internet, dan komunikasi bergerak) oleh lembaga pemerintah yang mempunyai kemampuan untuk mentransformasikan hubungan Pemerintah dengan warganya, pelaku dunia usaha bisnis), dan lembaga pemerintah lainnya.
Teknologi ini dapat mempunyai tujuan yang beragam, antara lain: pemberian layanan pemerintahan yang lebih baik kepada warganya, peningkatan interaksi dengan dunia usaha dan industri, pemberdayaan masyarakat melalui akses informasi, atau manajemen pemerintahan yang lebih efisien. Hasil yang diharapkan dapat berupa pengurangan korupsi, peningkatan transparansi, peningkatan kenyamanan, pertambahan pendapatan dan/atau pengurangan biaya.
Tidak usah muluk-muluk, bagaimana seumpama ketika Anda memperbaharui Kartu Keluarga di kelurahan tetapi data yang tersimpan masih manual atau disimpan didalam map-map, bercampur dengan data orang lain. Pasti membutuhkan waktu lama dari mulai proses mencari dan menggganti atau mengetik ulang data yang dimiliki kelurahan. Akan lebih efisien jika mempergunakan sitem informasi. Semua informasi yang menyangkut nama, status, dan sebaginya itu bias diakses dengan mudah tanpa harus bersusah payah mencarinya dan menggantinya secara manual.
Contoh kemudahan lainnya, ketika seorang pengendara bermotor berplat B melanggar lalu lintas di daerah Semarang. Pihak kepolisian cukup memasukkan nopol motor tersebut ke database dan surat tilang langsung meluncur ke rumah pengendara motor tersebut di Jakarta.Kali ini saya mau membahas tentang pentingnya menjaga data terutama data yang sifatnya pribadi. Dari salah satu sumber yang saya baca, ada sebuah kampanye dimana kita diajak untuk peduli dan menjaga sebuah bahkan semua data yang kita punya agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Nama kampanyenya adalah kampanye Go Data.
Sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan data?
Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online (http://kamusbahasaindonesia.org) , data adalah sebuah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisi atau kesimpulan). Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Nah, berarti data dapat berupa tulisan atau citra (photo, video, image, dsb).
Seperti yang saya sebutkan diatas, kampanye ini membuat kita harus lebih waspada dalam menyimpan sebuah data. Apalagi itu data yang sifatnya pribadi dan sangat rahasia. Tidak menutup kemungkinan, Anda seorang yang terpandang atau orang terkenal yang membuat masyarakat luas ingin mengetahui seluk beluk kehidupan Anda lebih dalam. Contohnya saja artis atau mungkin pejabat. Bisa juga gadis desa atau apa sajalah yang membuat Anda selalu menjadi sorotan publik. Ketika Anda sedang iseng foto dengan pose sedikit seksi atau mengumbar aurat atau sejenisnya, tanpa sengaja ada yang mengcopy-paste dan mengunduhnya di dunia maya. Padahal foto milik Anda itu sifatnya sangat-sangat rahasia dan sangat-sangat pribadi. Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui fotokoleksi pribadi Anda terpampang di dunia maya dan Anda menjadi pergunjingan orang-orang yang tidak Anda kenal? Rasa marah dan malu mungkin akan menghampiri Anda seketika.
Contoh yang paling melekat dihati dan otak masyarakat Indonesia ketika video tidak senonoh yang diperankan oleh Ariel cs. Seketika mereka yang sedang diatas puncak tiba-tiba harus merasakan pelik dan harus rela karir dan nama mereka tercemar hanya gara-gara dia kecolongan data pribadi yang seharusnya tidak menjadi bahan konsumsi publik.
Masyarakat di Indonesia kadang memiliki sifat narsisme yang berlebihan dibandingkan dengan masyarakat di Negara lain. Sampai-sampai nomor telpon atau bahkan nomor pakaian maupun celananya diumbar di dunia maya sebagai ajang untuk eksis. Hal tersebut mungkin akan mengganggu si user tersebut dengan ketidak adanya privatisasi lagi di kehidupan nyatanya.
So, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan. Ada baiknya “Sedia payung sebelum hujan”. Jadi jaga baik-baik data yang Anda miliki. Beri proyeksi yang lebih, agar tidak sembarangan orang bias mengambil atau mempergunakan data Anda dengan sembarangan.