Saturday, July 16, 2011

Kampanye Go Data .....

Kali ini saya mau membahas tentang pentingnya menjaga data terutama data yang sifatnya pribadi. Dari salah satu sumber yang saya baca, ada sebuah kampanye dimana kita diajak untuk peduli dan menjaga sebuah bahkan semua data yang kita punya agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Nama kampanyenya adalah kampanye Go Data.

Sebelumnya apa sih yang dimaksud dengan data?

Menurut Kamus Bahasa Indonesia Online (http://kamusbahasaindonesia.org) , data adalah sebuah keterangan yang benar dan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisi atau kesimpulan). Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra. Nah, berarti data dapat berupa tulisan atau citra (photo, video, image, dsb).

Seperti yang saya sebutkan diatas, kampanye ini membuat kita harus lebih waspada dalam menyimpan sebuah data. Apalagi itu data yang sifatnya pribadi dan sangat rahasia. Tidak menutup kemungkinan, Anda seorang yang terpandang atau orang terkenal yang membuat masyarakat luas ingin mengetahui seluk beluk kehidupan Anda lebih dalam. Contohnya saja artis atau mungkin pejabat. Bisa juga gadis desa atau apa sajalah yang membuat Anda selalu menjadi sorotan publik. Ketika Anda sedang iseng foto dengan pose sedikit seksi atau mengumbar aurat atau sejenisnya, tanpa sengaja ada yang mengcopy-paste dan mengunduhnya di dunia maya. Padahal foto milik Anda itu sifatnya sangat-sangat rahasia dan sangat-sangat pribadi. Bagaimana perasaan Anda ketika mengetahui fotokoleksi pribadi Anda terpampang di dunia maya dan Anda menjadi pergunjingan orang-orang yang tidak Anda kenal? Rasa marah dan malu mungkin akan menghampiri Anda seketika.

Contoh yang paling melekat dihati dan otak masyarakat Indonesia ketika video tidak senonoh yang diperankan oleh Ariel cs. Seketika mereka yang sedang diatas puncak tiba-tiba harus merasakan pelik dan harus rela karir dan nama mereka tercemar hanya gara-gara dia kecolongan data pribadi yang seharusnya tidak menjadi bahan konsumsi publik.

Masyarakat di Indonesia kadang memiliki sifat narsisme yang berlebihan dibandingkan dengan masyarakat di Negara lain. Sampai-sampai nomor telpon atau bahkan nomor pakaian maupun celananya diumbar di dunia maya sebagai ajang untuk eksis. Hal tersebut mungkin akan mengganggu si user tersebut dengan ketidak adanya privatisasi lagi di kehidupan nyatanya.

So, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan. Ada baiknya “Sedia payung sebelum hujan”. Jadi jaga baik-baik data yang Anda miliki. Beri proyeksi yang lebih, agar tidak sembarangan orang bias mengambil atau mempergunakan data Anda dengan sembarangan.

2 komentar:

Anonymous said...

menjaga kerahasiaan data pribadi merupakan kewajiban setiap pemilik data. sehingga dengan adanya kampanye tentang penyimpanan data, dapat selalu mengingatkan para pemilik data untuk berusaha menjaga sebaik-baiknya data tersebut, apalagi data tersebut bersifat pribadi.
dewasa ini banyak sekali data-data pribadi yang bocor ke permukaan, sebenarnya hal tersebut merupakan kesalahan dari si pemilik data tersebut, jika pemilik data tersebut sudah benar-benar menyimpan data dengan baik maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. dan jika itu merupakan data pribadi yang bukan untuk konsumsi publik, maka sebaiknya tidak perlu diposting ke blog atau jejaring sosial lainnya.

Gina Gilang said...

mulailah dari mencintai diri sendiri. jaga kelakuan, jaga tindakan, jaga hati, dan tentunya jaga data Anda dengan seksama :)

Post a Comment

 
Copyright (c) 2010 Gina Tea' and Powered by Blogger.